pertanyaan sekitar Salat?

pertanyaan sekitar Salat?


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

wa`laykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Seluruh majelis sidang semoga Allah subhana wata'ala merahmati dan memberkahi antum semua, amin.

Afwan ana mohon penjelasan sekitar salat.

1). Mengapa setiap muslim diharuskan (wajib) salat?

setiap muslim diharuskan (wajib) shalat karena diperintahkan oleh Allah,

diantara dalil dari Al Qur'an adalah :

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'. [Al Baqarah: 43]

dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. [Al Baqarah: 83 , Al Baqarah: 110]

Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. [Al Baqarah: 238]

Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, [Al An'aam: 71]

dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya" dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. [Al An'aam: 72]

Katakanlah:"Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupki dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam" [Al An'aam: 162]
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.[Huud: 114]

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya [Al Anfaal: 3-4]


Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman:"Hendaklah mereka mendirikan shalat [Ibraahim: 31]

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh.[Al Israa': 78]

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [Thaahaa: 14]

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. [Thaahaa: 132]

dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikanshalat, menunaikan zakat, dan
hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah, [Al Ambiyaa': 73]

maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [Al Hajj: 78]

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [An Nuur: 56]

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat [Al'Ankabuut: 45]

dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, [Ar Ruum: 31]

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa.Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya [Al Ahzaab: 32-33]

maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Qur'an dan dirikanlah shalat, [Al Muzzammil: 20]

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan meunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [Al Bayyinah: 5]

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah [Al Kautsar: 2]


diantara dalil dari Hadits adalah :

Dari Abu Sufyan ia berkata, Aku telah mendengar Jabir berkata, aku telah mendengar Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya batas antara seseorang dengan Syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat". [HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasaie, at-Turmudzie dan Ibnu Majah]

"Perjanjian di antara kita dan meraka adalah shalat, barangsiapa meninggalkan shalat berarti ia telah kafir."[HR. An-Nasa'i, Ahmad, Hakim dlm Al Mustadrak dia berkata "Sanadnya shahih" dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, At-Tirmidzi berkata, "Hasan shahih gharib."]

''Shalat itu tiang agama. Siapa yang mendirikan shalat berarti mendirikan agama dan siapa yang meninggalkannya berarti ikut meruntuhkan agama.'' [HR Turmudzi]

Tali-tali islam akan lepas satu persatu, setiap kali ada tali Islam lepas maka manusia akan berpegangan dengan tali berikutnya. Tali yang pertama kali lepas adalah hukum dan yang terahir adalah shalat." [HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim, disahihkan oleh al-Albani]

Dari Ibnu 'Umar r.a., dari Nabi SAW, sabdanya:"Islam dibina atas lima perkara: Menyembah Allah dan mengkafiri lain-Nya; Mendirikan shalat; Membayar zakat; Haji ke Bait; dan Puasa Ramadhan."[HR Muslim]

Dari 'Abdullah bin 'Umar r.a., katanya:"Rasulullah SAW bersabda Aku diperintahkan supaya memerangi manusia sehingga mereka mengaku tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Apabila yang demikian itu telah mereka lakukan, terpeliharalah darah dan harta mereka olehku, kecuali karena alasan-alasan hukum; sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah."[HR Muslim]



2). Apa saja keagungan atau faedah perintah salat?

Shalat memiliki banyak keagungan dan faedah, salah satu diantara keagungan shalat adalah perintah kewajiban shalat diterima oleh Nabi Muhammad shalallahu `alayhi wasallam langsung dari Allah pada peristiwa Mi'raj, sedangkan kewajiban yg lain melalui wahyu dgn perantara malaikat Jibril Alayhissalam. Shalat merupakan pembatas antara islam dgn kafir sehingga meninggalakan shalat merupakan kekufuran.

Diantara faedah perintah shalat adalah.

shalat sebagai penolong bagi orang beriman:

Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [Al Baqarah: 153]

shalat merupakan penyejuk hati dan tidak ada kekhawatiran bagi orang yg mendirikan shalat dan tidak pula bersedih hati:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati [Al Baqarah: 277]

Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam bersabda: "Penyejuk Hatiku ada di dalam shalat " [HR. Ahmad dan an-Nasa'i]

orang yg mendirikan shalat diberikan pahala yg besar:

dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. [An Nisaa': 162]

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [Faathir: 29]

Allah mengangkat derajat orang yg mendirikan shalat:

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia. [Al Anfaal: 3-4]

Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. [Al Israa': 79]

Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam bersabda: "Hendaknya engkau banyak-banyak bersujud. Sesungguhnya apabila engkau bersujud kepada Allah sekali saja, Allah akan mengangkatmu satu derajat dan Allah akan menghapuskan darimu satu kesalahan."[HR Muslim]

Orang yg mendirikan shalat mendapat rahmat Allah:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [At Taubah: 71]

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [An Nuur: 56]

Orang yg mendirikan shalat adalah orang2 yg beruntung dan mendapatkan kesudahan yg baik, yg akan mewarisi surga firdaus:

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), [Ar Ra'd: 22]

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Luqmaan: 4-5]

seseungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta menunaikan zakat seta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjamkan yang baik sesungguhnya Aku akan mengahapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai. [Al Maaidah: 12]

dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (ya'ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. [Al Mu'minuun: 9-11]

Shalat mencegah dari perbiuatan keji dan munkar

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. [Al 'Ankabuut: 45]

Shalat menghapuskan dosa

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [Huud: 114]

Dari Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam bersabda: "Tahukah kalian, jika di depan pintu kalian terdapat sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran daripadanya?" Mereka menjawab: "Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran dari padanya." Lalu Nabi bersabda: "Demikianlah shalat lima waktu. Allah akan menghapus dosa-dosa itu dengannya." [HR Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam bersabda, Shalat lima kali sehari dan shalat jum'at ke jum'at merupakan pelebur dosa selama tidak melakukan dosa besar [HR. Muslim, Ahmad, Turmudzie dan Ibnu Majah]

Shalat adalah amal yg pertama kali dihisab dan yg menjadi penyelamat bagi siapa yg menjaganya

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah shalallahu`alayhi wasallam bersabda: "Sesungguhnya amal seseorang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka ia benar-benar beruntung dan berhasil, tetapi jika shalatnya rusak maka ia benar-benar merugi. Jika dari shalat fardhunya ada sesuatu yang kurang maka Allah berfirman: "Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah, sehingga dengannya shalat fardhunya disempurnakan? Kemudian seluruh amalnya (baru) dihisab." [HR Abu Daud, Ibnu Majah]

Barang siapa yang menjaga shalatnya, niscaya ia akan menjadi cahaya, bukti dan penyelamat baginya pada hari kiamat [HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan ath-Thabrani]


3). Bagaimanakan bila seorang muslim tidak atau meninggalkan salat keseluruhannya (lima waktu) secara sengaja?
4). Bagaimana kalau hanya tidak atau meniggalkan sebagiannya saja, terutama yang sangat susah baginya (contohnya salat subuh)..?

Karena shalat hukumnya wajib (fardhu `ain) berdasarkan dalil2 yg disebutkan diatas, maka berarti meninggalkannya adalah dosa besar bahkan kafir.

5). Bagaimanakah bila seorang muslim meninggalkan sebagian salat dengan sengaja kemudian berjanji (pada dirinya) akan menggantinya (meng-qadha) dilain waktu, dimana baginya ada kelenggangan waktu untuk mengerjakannya?

6). Bagaimana kalau seorang muslim tidak pernah atau tidak mau salat fard secara berjama'ah dengan sengaja?

Berarti dia dapat terkena ciri-ciri orang munafik, Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata : "Engkau telah melihat kami, tidak sese-orang yang meninggalkan shalat berjamaah, kecuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakitpun berjalan (dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi shalat (shalat berjamaah di masjid). "Beliau menegaskan : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam mengajarkan kita jalan-jalan hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah shalat di masjid (shalat yang diker-jakan di masjid)." [HR Muslim]
Ibnu Mas'ud juga mengatakan :"Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf."

7). Apakah boleh seorang muslim yang tinggal didaerah dimana masyarakat muslim amat sedkit juga (mukimnya) bertebaran jauh (tidak saling berdekatan), bersalat jama'ah dirumah dengan keluarga atau karabatnya saja, kecuali salat jum'at?

Selama dia masih bisa mendengar suara azan maka wajib mendatangi masjid dimana suara azan tsb dikumandangkan berdasarkan sebuiah hadits yg menceritakan bahwa : Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai pe-nuntun yang akan menuntunku ke Masjid. " Ma-ka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: "Apakah kamu mendengar adzan ? Ya, jawabnya. Nabi berkata :"Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!" [HR Muslim]

Didalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan, diantaranya:
-Keadaan beliau buta.
-Tidak adanya penuntun ke Masjid.
-Jauh rumahnya dari Masjid.
-Adanya pohon-pohon kurma dan lain-lain yang ada diantara rumah beliau dan Masjid.
-Adanya binatang buas di Madinah.
-Tua umurnya dan telah lemah tulang-tulang-nya.

Hukum Sholat Jamaah
www.perpustakaan-islam.com

8). Apakah keagungan atau faedah salat fard secara berjama'ah?

Shalat berjama'ah adalah salah satu jalan hidayah

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata : "Engkau telah melihat kami, tidak seseorang yang meninggalkan shalat berjamaah, ke-cuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakitpun berjalan (dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi shalat (shalat berjamaah di masjid). "Beliau menegaskan : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam mengajarkan kita jalan-jalan hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah shalat di masjid (shalat yang diker-jakan di masjid)." (Shahih Muslim)

Ibnu Mas'ud juga mengatakan : "Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT di hari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang dise-rukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat ter-masuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian sha-lat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Se-tiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Eng-kau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), ke-cuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf."

Hukum Sholat Jamaah
www.perpustakaan-islam.com

9). Apakah yang dinamakan dan definisinya Khusu' dalam mendirikan salat?

10). Adakah contoh yang bisa kita pelajari dari salat secara khusu'nya para sahabat? (seperti halnya mungkin dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas'ud, Bilal, Abu Dzal Alghifari semoga Allah meridloi beliau-beliau semua).

11). Adakah azas yang menjadi dasar metode salat setiap muslim dari Rasulullah salallahu'alaihi wasallam?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat"

Bila tidak keberatan, bisakah antum dasari jawaban antum dengan dalil, dengan demikian bisa menambah pengetahuan ana sembari berusaha mempraktekkannya?

Mohon dikoreksi kalau ada kekeliruan
Allahu musta'an

Sebelumnya sukran katsiran dengan bantuan penjelasannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
ahmad sibil ibn muhammad ibn muhammad ibn abdullah alkherid
(L: 1965)

Wa`alaykumussalam warahmatullahi wabrakatuh
Naufal (1980M/1400H)
----------

0 komentar:

Daftar Blog Saya

Pengikut

TRANSLATE INTO YOUR LANGUAGE